escaperjourney

Poppies, Ransel dan Google

In travelling on April 17, 2011 at 3:26 pm

Percaya atau tidak, ini Bali ku sejak 10 tahun lalu. Tepatnya tahun 2000. Waktu itu dengan modal Rp. 300 ribu, satu ponsel erickson T10 dan nekat kujelajahi rumah para Dewa. Pergi sendiri, merayakan SMA sambil menggila.

Anyway,

Sepuluh tahun kemudian, hari ini (16/04) kuulangi lagi. Pergi tanpa rencana,  langsung airport lanjut Bali saat sunset tiba.

Target pertamaku adalah Poppies lane 2, sebuah perkampungan bule Kuta. Daerah tersebut direkomendasikan banyak orang sebagai tempat tinggal murah dan bisa ditawar. Range harga buat kamar tanpa AC dikisaran Rp. 50-100 ribu rupiah. Sementara yang ber AC maksimal Rp. 250 ribu rupiah.

Hanya saja, how to get there?

Sudah tidak usah ditanya tentang angkutan umum, sky bus dan transportasi merakyat lainnya. Seperti yang biasa terjadi pada ‘hampir’ seluruh daerah wisata Indonesia, bus menuju kota adalah barang langka.

Kaya sekarang ini, Bandara tidak menyediakan angkutan umum. Ergh! Hanya Taxi dan ojek, semuanya mengajak bicara Jepang, Inggris, dan ga jelas. Aku paling benci dealing sama mereka yang dari tampangnya ingin mengeruk keuntungan.

Tanpa bermaksut pelit, aku membukan Google Map dan memilih untuk jalan. Sebenarnya menurut teman-teman,  menuju Poppies dari bandara tidak terlalu mahal hanya Rp. 15 ribu rupiah pakai ojek. Hanya tidak kutemukan ojek segitu. Adanya Rp. 45 ribu bahkan maksa katanya aku bawa yen. #eeeaaa

Butuh kurang dari satu jam buat sampai Poppies. Stopwatch yang kupasang menunjukan 48 menit.

Capek? IYA! Nyesel? Tidak.

Aku beruntung menikmatinya saat malam minggu, waktu yang pas merasakan hajaran Kuta. Turis domestik, sliweran, orang pacaran, bus wisata, beach fashion, memenuhi jalan. Sementara bule jelas semburat dimana-mana.

Sepanjang jalan warung mewah khas pantai yang menjual seafood berjajar. Sangking asyiknya, aku lupa kalau sedang sendiri tanpa headset hanya lalu lalang manusia. Sampai Google Map berkata tinggal beberapa langkah lagi mencapai Poppies.

Seandainya ada lagu We Are The Champion, aku bakal berdiri tegak sambil bilang

“Aku sampai Poppies kawan, berjalan sendiri dengan ransel dan google,”

Dan tepat sekali apa yang dikata semua orang (juga Lonely Planet) setelah tiga kali negosiasi ada tempat tinggal senilai Rp.80 ribu. Dengan fasilitas, kipas, kamar mandi bersih juga bau lembab kasur kapuk yang nyaman.

Leganya, kukira malam akan masuk ke Harris 😀 .Kuletakkan ransel, cuci muka sekenanya, pakai baju terseksi, dan menikmati Bali. Bersama sound system murahan di pub jalanan.

let’s go party now, let’s get drunk tonight. We re in Bali!

notes:

1. The Bali Dwipa Hotel

is a Low Cost Budget Hotel with 48 Guestrooms and located right in the Centre of Kuta’s Busy Hotel and Restaurant Area of Poppies Lane II. The Hotel is only a short walking distance to the Excellent Surf, the White Sandy Beach and the Magnificent Sunsets of the Famous Kuta Beach. There are many fantastic Restaurants, Cafes, Bars, and Night Spots all within very easy walking distance of the Hotel.

2. Poppies Lane II

in Kuta is jammed with guesthouses and hotels, and most of them are simple places that can’t be booked online in advance. During most times of the year you can arrive bags in hand and find a room that suits your budget. You may not get a room at the top place on your list, but you should be able to get a similar room for a similar price not far away

  1. sounds like a fun adventure! can you please post the picture of you in your “baju terseksi” ? Aww!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: