escaperjourney

Naik motor di Bali? Why Not (Bali hari ke-2)

In travelling on April 19, 2011 at 1:43 pm

Bali adalah pulau bersahabat, bahkan lalu lintasnya. Salah satu cara yang paling murah, nyaman, dan sambil cuci mata menikmatinya adalah bermotor.
Aku melakukannya dengan logika dan kurasa bisa ditoleransi buat yang mau ikutan. Bahkan beginner seperti aku😛

1. Bule

Semua bule kuperhatikan mancal sepeda motor matic kebanyakan. Aku yakin di negaranya mereka naik mobil atau angkutan umum, tidak punya SIM pula. Aku punya SIM (hasil nyogok) pasti lebih aman.

2. Pengalaman

Semenjak SMP aku nyetir motor dari gang ke gang buat beli gula, garam dan apapun yang disuruh orang rumah. Jatuh hanya satu kali di jalanan, pengalaman terakhir nyetir motor tengah malam dalam pengaruh alkohol. Satu-satunya alasan aku tidak nyetir motor di jalan raya adalah ibuku bisa mati berdiri karena khawatir.
Kesimpulan:

Tidak ada yang mengenalku di sini, tidak ada teman, pacar, selingkuhan (semuanya cerewet), dan Bali terlalu indah dilewatkan.  See! Great right

let’s ride it up

Aku menyewa MIO di tempat Pak Made, Jalan Raya Pantai Kuta dengan harga Rp. 35 ribu/hari tidak termasuk bensin.

Awalnya sama seperti bayi yang belajar jalan, ragu-ragu, keliyengan, tidak imbang, meleot kiri kanan. Namun setelah 10 menit tiba-tiba stabil dengan sendirinya. Bahkan sempat potong jalan kiri kanan membayangkan ini sirkuit balap.

Aku mengelilingi Kuta, sampai Uluwatu kemudian ke Jimbaran lewat bypass dan lanjut makan babi guling di Denpasar.

Keberanian yang tiba-tiba memuncak gara-gara kondisi jalan yang memungkinkan juga. Pengendara Bali tidak beringas sama sekali, sopan dan baik hati buat ukuran Jakarta.

Aku juga tertolong dengan kostum khas turis, mereka seolah-olah pengertian dan beri jalan.  Saat tidak berhasil putar balik lalu menuntun motor mereka juga tolelir dengan tidak nge-bel. Beberapa orang bahkan menawarkan mengantarkan sampai ke pantai tujuan tanpa bayaran.

Tragedi konyol hanya terjadi satu kali.

Aku kehausan. Kemudian berpose ala alay pakai kamera blackberry buat pamer dan posting di grup BBM. Tidak lama setelah itu aku mulai stater, dan langsung terjembab karena lupa itu motor bukan SEPEDA. (aku langsung menaikan kedua kaki ku lupa buat jaga keseimbangan, ternyata berat dan itu bodoh)

Overall, ga kapok nunggang motor di Bali. Cuman kalau ngulangin di Jakarta, mikir panjang juga kayaknya.

notes:

1. Tidak ada asuransi dan keamanan ketika menyewa motor di Bali. Segala macam resiko kehilangan dan kerusakan ditanggung oleh penyewa. Bagi wisatawan asing seharusnya mengunaka IDP (Indonesia Driving Permit) tapi sepertinya hal itu terlupakan oleh pihak rental.

2. Hampir setiap hotel menyediakan fasilitas sewa mobil dan motor dengan harga masuk akal. Harga motor termahal yang kutemukan adalah Rp. 50 ribu perhari. Menyewa lewat layanan internet tampaknya lebih mahal daripada negosiasi langsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: