escaperjourney

7 days, 7 mans, and 7 places

In map on April 22, 2011 at 3:51 pm

Travelling rame-rame? Wow, itu adalah kemewahan apalagi jika bersama kawan-kawan terdekat. Akhir November, saya nyaris mengalaminya bersama 6 orang kesayangan saya. Sayangnya, hal tersebut tidak berjalan lancar.

Rencana itu diawali dari offering Air Asia Rp.0 ke Singapore dan Malaysia. Saya tukang berburu tiket murah, bergadang menunggu Pk.00.00 untuk menjadi yang pertama. Target saya adalah mendapatkannya sebanyak mungkin. Dan tidak usah diragukan lagi, koneksi internet yang cepat serta kejelian melihat tanggal membuat semua itu tampak mudah.

Meski sempat bingung memilih negara yang tepat, akhirnya saya memutuskan ke Kuala Lumpur, apa alasannya?

1.Harga pajak masuk ke Kuala Lumpur lebih murah dari Singapore. Masuk Singapore kita akan di charge airport tax senilai hampir Rp.400 ribu. Pajak harus dibayar bersama tiket pesawat dan sesampainya di sana tidak usah mengeluarkan uang lagi.

2.Uang cash buat bayar Air Asia via internet banking tidak mencukupi. Saya berusaha sebisa mungkin menghindari menggunakan Kartu Kredit sebab akan ada tambahan convinience fee senilai Rp.15 ribu satu trip.

Akhirnya saya mendapatkan harga hampir satu juta untuk 7 orang berangkat. Murah kan? Dan untuk membuat semua lebih iri tiket tersebut berlaku 3 minggu setelah pemesanan, bukan satu tahun seperti tiket Air Asia murah lainnya.

Seperti biasa kejadiannya, jika tix ready, giliran rute escape. Masing-masing orang segera mempersiapkan keinginannya. Membuka peta, internet untuk mencari jalan terbaik dan efektif untuk melakukannya. Semangat menggebu tampak ketika kami teleconference.

Pendapat demi pendapat diungkapkan, misalnya
Lottie yang mengajak serta Mama dan suaminya menginginkan kita serombongan jalan ke Hat Yai di perbatasan Malaysia-Thailand. Nancy sebaliknya, mau ke Singapore karena kangen dengan suasana metropolitannya.
Saya, Agus dan Danny, berpikir pokoknya kemana saja yang penting bisa mengambil foto keren.

Perdebatan itu berlangsung hingga menimbulkan sedikit friksi antar kita. Apalagi dengan sikap saya yang sok memimpin dan membuat ittenary. Saya ngotot semuanya dapat terakomodir, kita akan pergi ke Thailand, Malaysia, dan Singapore. Saya lupa kalau membawa Mama (-nya Lottie) yang notabene sudah diatas 40 tahun.

Asal tahu saja, hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Ide saya bull shit semuanya, tidak akan terakomodir eventhough kita backpackers. Apa pasalnya? Kuala Lumpur berada di tengah-tengah Thailand dan Singapore. Jika kami ke Singapore dan kemudian menuju Hatyai itu memakan waktu 3 hari sendiri.

Bahkan jika saya ngotot mau ke Penang dan Ipoh karena termasuk kota warisan dunia, Penangpun berada di atas Kuala Lumpur, bukan di bawah seperti Singapore, tentu akan bolak balik makan waktu serta biaya. Saat saya menyadari kesalahan pemilihan tiket, saya menyesal. Saya hanya memikirkan harga murah bukan jalan terefektif. Seandainya kami masuk melalui Kuala Lumpur dan beli tiket pulang Singapore, hasilnya akan beda.

Jika saya sabar, tidak ngotot buat beli tiket dari Jakarta-Tujuan, mereka tidak harus mengeluarkan transport Surabaya-Jakarta, yang harganya jauh lebih mahal daripada tix ke luar negeri. Uangnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain, waktu lebih irit. (pada waktu itu promo berlaku juga sby-kuala lumpur Rp. 100 rb).

Untungnya (saya tidak tahu apa harus disebut malangnya?) tiga hari menjelang keberangkatan pasukan berguguran satu demi satu. Danny sakit cacar air, Lottie (plus Mama dan Suami) mendadak ada urusan keluarga. Sisanya tinggal Saya, Agus dan Nancy. Bertiga saja. Perdebatan selesai, tujuan ketemu, dan kami ketawa kecut. Hilang sudah obsesi 7 days, 7 man, and 7 places.

Kalau mengingat-ingat saat itu sungguh semangatnya bisa membuat saya tersenyum. Karena tinggal bertiga saja, Nancy dan Agus berangkat dari Surabaya naik kereta dan kemudian kami menuju Singapore.

Notes:
1. Lihat peta saat ingin mengadakan escape. Tentukan baik-baik kota mana yang ingin di datangi. Membaca wiki travel adalah pilihan yang benar. Jangan terpengaruh harga murah namun tidak efektif.
2. Informasi yang detail seperti, apakah diperlukan visa, berapa airport tax, perlu NPWP atau tidak adalah penyelamat perjalanan sebab uang cash yang dibawa akan pas. Sehingga tahu berapa banyak yang harus dikeluarkan di masing-masing negara.

3.Airport Tax masuk ke negara lain, di Indonesia dibayarkan pada saat keberangkatan. Misalnya, kami ke Kuala Lumpur, maka Airport Tax yang diperlukan Rp.150 ribu. Hal tersebut tidak berlaku waktu pulang sebab termasuk dalam harga tiket pesawat.(rosallyn tanoyo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: