escaperjourney

Selamat datang pagi! Selamat pagi Singapura!

In cross road on May 20, 2011 at 12:01 pm
www.bintangpagi.net

photo by agoessam

Penasaran dengan nasib teman saya? Akhirnya si  Agus berhasil saya temukan di dalam ruangan imigrasi. Ia meringkuk kedinginan dengan muka buruk.

Saya dan Nancy tertawa cekikikan melihatnya tertahan. Usut punya usut ternyata memang ia kurang meyakinkan. Saya berusaha membebaskannya dengan berbagai upaya.

Saya mulai menerangkan perihal bagaimana tas kami bisa tertukar, kami harus ke Singapura bersama-sama. Mereka tidak percaya Agus punya uang. Dengan uang yang di bawa Agus yang hanya 500 SGD mereka yakin pria ini adalah imigran gelap. Tidak akan kembali lagi ke Jakarta.Mencari peruntungan nasib di sana.

Dalam hati saya, picik nian kau Singi!

Tapi mereka juga tidak bisa di salahkan. Mereka mencoba melindungi warganya dari banjirnya imigran.

Saya bilang, ijinkan saya ambil tas dan agenda teman saya. Saya tunjukan kepada mereka rentetan kartu kredit kami juga uang dollar australia, ringgit dan dollar Singapura.Mereka terhenyak.

Saya suruh mereka lihat semua peralatan kamera kami. Saya suruh mereka kalkulasi. Apakah kami tidak mampu bertahan hidup jika menjualnya semua. Kami hanya minta waktu 3 hari saja bermain.

Selain itu, mereka bingung kenapa dalam tas Agus berisi celana dalam, Bra dan rok2 perempuan. Belum lagi make up.

Jujur saya ingin ketawa membayangkan apa yang mereka pikirkan.

Apalagi sebelum aksi penyelamatan kami menyaksikan tahanan yang di renggut paksa dari kamarnya sambil di gedor-gedor.

“Pulang kau Abang,” kata salah satu polisi dalam logat Melayu. Dan tahanan itu transsexual. hahahhahahaha

baiklah! Apes tak dapat di duga bukan?

Kesimpulannya memang kami salah komunikasi.

Btw ini pengalaman buruk imigrasi saya ke dua setelah sebelumnya di Jepang tertahan karena dianggap suspect Flu Hongkong.

Kami lanjut berjalan, mengambil bus ke bawah. Say thank you ke botak man! Dia tertawa girang dan bilang maaf. Kami berjalan!

Selamat datang pagi! Selamat pagi Singapura! Negeri belanja penuh aturan!

Di Bus, Agus masih heboh menceritakan proses penahanannya dengan bahasa Inggris. Saya dan Nancy tertawa sampai kami tertidur.

tips:

1. Kalau memang tidak bisa bahasa Inggris, yakinkan mereka punya penerjemah yang bagus untuk membantu Anda berbicara.

2. Petugas overall ramah tapi mereka tegas. Mintalah bantuan dengan sopan dan mereka akan menjawab dengan sopan.

3. Kami tidak jadi naik bus yang sama dengan waktu berangkat. Tapi naik bus lain yang ternyata banyak bersliweran dengan harga murah dr imigrasi ke Singapura. Harganya SGD1.6 saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: