escaperjourney

Nginap di Negeri Orang? Hostel Saja

In All, travelling on May 31, 2011 at 1:07 pm

suasana di depan ABC hostel

Sebenarnya banyak yang berpikir kalau menjadi escaper bakalan kesusahan tempat tinggal. Pasalnya, kita akan hidup di negeri orang selama waktu tertentu, tanpa teman, pacar, ortu dan pekerjaan. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar . Sebab dengan plan yang benar tempat tinggal bisa di dapatkan dalam  harga yang OK juga yang lebih murah dari kost Jakarta.

————

Contohnya, ketika perjalanan kami ke Singapura. Bagi yang sering ke sana pasti sudah mengenal beberapa apartemen milik orang Indonesia yang lazim di sewakan kepada kita.Tapi saat itu kami memilih untuk tinggal di backpackers hostel. Sebuah tempat penginapan yang dipakai ramai-ramai dengan orang banyak.

Banyak pilihan hostel mulai dari harga USG 12-USG 20. Pilihan saya sendiri jatuh pada harga USG 12 / orang atau di kisaran  Rp.84 ribuan saja di kawasan Bugis. Daerah tersebut kami pilih karena wisata kulinernya luar biasa banyak, juga dekat dengan jalur MRT serta bus.

Fasilitasnya tidak usah di tanyakan, mulai dari AC, internet gratis, makan pagi, air panas, selimut juga haduk yang di ganti setiap hari. Recepsionisnya bernama Vince yang mukanya seperti Andika Pratama, si suami siri Melinda Dee yang akhirnya menjadi guide kami seharian. Perpaduan sempurna = tempat tidur plus pria tampan :)  Nyaman bukan?

Pada hari pertama kami memilih harga tersebut, bed nya adalah bunk bed atau ranjang susun. Dalam satu kamar bisa diisi hingga 10 orang. Kawan kami dalam satu kamar berasal dari berbagai ras juga bangsa campur baur baunya karena ada yang jorok. Meskipun overall setiap sudut hostel bersih mengkilap.

Di kala malam, kami juga harus menerapkan toleransi. Sebelum mematikan lampu kami harus menanyakannya terlebih dulu kepada yang ada.

Pilihan kamar juga tersedia bagi yang tidak ingin jenis kelaminnya bercampur. Namun, karena kami juga terdiri dari laki-laki dan perempuan, tidak ada masalah serius untuk campur baur kecuali saat ganti baju yang merepotkan. Kami kudu pergi ke toilet untuk melakukannya.

Percaya atau tidak kehidupan di hostel selama 3 hari ternyata memberikan suasana lain. Kami berkenalan dengan banyak orang. Sahabat baru kami adalah kru punk band dari Australia yang bernama The Pints. Mereka ribut dan lucu sekali, tiap malam mengajak ngobrol dan minum beer bersama.

Rata-rata setiap kru-nya memiliki tatoo dan piercing yang banyak. Kami berbagi pengetahuan tentang jalan tercepat untuk menuju ke pasar Mustafa untuk cari makan. Hingga bertukar rokok (lebih tepatnya kami malak rokok mereka). Kalau malam menjelang, berbagai peta di keluarkan, kami akan menandai jalan apa yang telah di lewati. Begitu pula dengan mereka, kemudian kami merancang bersama apa yang akan dilakukan esok harinya.

Hebat ya, saya sendiri exciting tidak menyesal. Bayangkan saja jika saya harus berada di apartemen murah kawasan Chinna Town atau Orchard betapa membosankannya. Saya hanya akan bercengkrama dengan kedua teman jalan, kemudian menggosip bisa-bisa terjadi konflik. argh!

Sebenarnya model penginapan seperti ini ada hampir di semua negara. Hanya dari sekian banyak yang saya temui, Singapore memegang rekor untuk kebersihan dan kenyamanan. Jujur saja, saya merasa seperti punya rumah yang bisa di datangi setiap saat.

Pemesanan hostel yang saya tinggali bisa dilakukan via telepon. Mereka tidak menagih uang muka, hanya setor nama saja. Begitu kita datang dengan nama yang tercatat, mereka langsung menempatkan pada kamar yang dipilih. Asyiknya lagi, berbeda dengan hotel yang penuh aturan, kita boleh datang dan pakai fasilitas selama sudah tercatat sebagai tamu.

Buktinya banyak turis yang datang menitipkan barang bawaan dalam loker kemudian langsung berwisata. Anyway, masalah keamanan di hostel tersebut sangat terjaga. Dalam kamar meski berisi 10 orang masing-masing mendapatkan lokernya yang harus di kunci yang di bawa sendiri persis kaya tempat fitness terkenal layaknya Celebrity fittnes atau Gold Gym saat kita menitipkan bawaan.

Satu hal yang paling menyebalkan hanya terjadi pada hari ke tiga. Kami harus pindah kamar karena tempat kami diminta orang lain yang memesan terlebih dahulu. Tebak saja, satu kamar isi 4 orang kami berbagi dengan satu orang Indonesia bapak-bapak asal Sumatera.

Sepanjang malam ia memasang lagi India, kami tidak bisa tidur. Kemudian, tidak cukup sampai di sana, ia ngocehin kami karena perempuan jalan-jalan sendiri. Karena kami termasuk orang sopan, tidak berani nyolot, hanya telinga yang terasa panas.

Kemudian dengan berani ia menemui Agus dan menyuruhnya sholat karena sesama muslim. Bapak itu sempat bertanya pula kami beragama apa, dan ia menawarkan kami pindah agama supaya dapat dinikahkan dengan anak laki-lakinya yang PNS. Oh My God!

Kami tak sanggup berkata apa-apa selain melaporkan ke resepsionis.

“Miss, sorry that uncle so annoying, can we move to other room?”

Jawab resepsionisnya.

“Oh dont worry that uncle go here every month and we always have same complain,”

hakakakkakaka…watak!

Notes:

1. http://www.abchostel.com.sg

ABC is located in the Central Business District of Singapore and travelling around the island is an ease with the nearby transportations, including the MRT (Mass Rapid Transit) at Bugis Station. We are also surrounded by both mega and smaller shopping malls as well as shop houses; satisfying your shopping desire. In addition, most buildings have been renovated into houses, thus you may get a glimpse of Singapore’s history and its culture.

2. Barang yang harus di bawa ketika menginap di hostel:

– Alat-alat mandi, mereka tidak menyediakan shampoo, sabun, sikat gigi untuk tamu, handuk juga kadang-kadang tidak ada

– Gembok, sebab setiap loker harus di kunci sendiri, untuk menjaga keamanannya.

– uang receh buat membeli minuman dingin

– botol minum kosong, isi sebanyak-banyaknya sebelum pergi melancong karena bisa gratis

4. Pilih hostel yang paling dekat dengan tempat makan, cek berapa banyak mini market yang ada di sekitarnya. Hal ini untuk mencegah kelaparan melanda di tengah malam. Rasakan pula environmentnya, jika tidak nyaman pindah saja. Jangan tergoda dengan harga murah sebab bisa-bisa tempatnya jauh dari mana-mana, yang ada biaya transport jadi mahal. ABC hostel sebenarnya enak karena walking distance ke bugis juction, rafles hospital dan litle India. We re so lucky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: